good coorporate governance

Aih..aih..pasti kita2 udah eneg yah denger 3 kata itu..yup.sejak keran demokrasi n transparansi dibuka lebar tahun 98 kemarin..rasa2nya hampir tiap hari kita dijejalin dengan jargon2 seperti ini..ga dikoran diteve or radio hampir tiap hari semuanya ngebahas masalah ini, pemberantasan korupsi jadi agenda wajib yang harus dilakukan semua pihak.berbagai macam effort yang dilakukan untuk mendukung program ini, peraturan pemerintah or undang-undang diciptain, ratusan seminar or workhsop dilakukan sebagai bentuk komitmen semua pihak untuk benar2 menciptakan kondisi GCG di masing-masing lingkungannya..

But the big question, buat kita pribadi, bener ga sih GCG ini bisa bener2 kita laksanakan.as a sample yah..di lingkungan kantor, hal-hal kaya gini suliit banget untuk dihindarin, syukur2 kalo kita pribadi sudah komit dengan diri kita pribadi untuk tidak melakukan fraud  dalam bentuk apapun dalam hubungannya dengan pekerjaan kita.tapi komitmen seperti itu saja rasanya belum cukup.dalam prakteknya ternyata ga semudah seperti yang diucapin pastinya.

Buat kita-kita yang kerjanya berhubungan dengan pihak ketiga, pasti deh pernah ngalamin godaan seperti ini.pasti pernah dong ngerasa, gimana berbagai usaha/upaya yang dilakukan "para pihak ketiga itu" untuk menggolkan keinginan mereka dengan cara mendekatin kita n’ mengentertain kita,mungkin kita ga sadar yah atau barangkali sempat terlena bahwa semua yang mereka lakukan itu ga pure.ada sesuatu dibalik semua itu, mereka ngelakuin itu karna tau, bahwa kita sebagai salah satu penentu keputusan yang berdampak langsung dengan mereka , coba kalo kita bukan siapa2..mana mau mereka bermanis-manis dengan kita,iya kan…

Barangkali kita coba deny,dengan berdalih "ah cuma ajakan makan doank koq or etc." tapi sadar ga sih kalo kita terbiasa mengexcuse hal-hal yang dianggap remeh temeh seperti inilah awal dari segala cikal bakal bentuk fraud itu..mulanya sih emang cuma mengiyakan traktiran makan or menerima  gift kecil-kecilan tapi  lama kelamaan kalo dah terbiasa bentuknya pasti lebih gede dari itu kan.Kalo kita dah terbiasa dengan segala kemudahan dan fasilitas yang diberikan "cuma-cuma" oleh para pihak ketiga itu bisa menimbulkan efek "addict" atawa ketergantungan, yang nantinya berdampak pada keobjektifan kita dalam  dalam menilai atau membuat keputusan utamanya, apabila terkait dengan pihak ketiga tadi. as a sample kalo misalnya mereka ngajuin proposal/proyek yang sebenarnya ga layak or ga bagus-bagus amat, kita jadi ga enak hati untuk ga aprrove permohonan mereka karena "hubungan baik" itu tadi. ato misalnya lagi nih..kita dihadapkan pada beberapa pilihan, n didalamnya lagi-lagi ada pihak ketiga itu,kita mungkin cenderung untuk prefer ke mereka lagi-lagi dengan alasan yang sama "ga enak buat nolak"…n masih banyak contoh lainz lagee.

Tulisan ini bukannya pembuktian diri bahwa saya lebih clean dari semua itu (adu muna n sok suci banget rasanya)..bukan..bukan itu maksud saya nulis ini..cuma curhat kecil-kecilan  buat bahan kontemplasi aja utamanya buat SAYA pribadi, n buat kita-kita semua yang masih masih dalam tahap pembelajaran untuk menuju ke arah sana.Cuma pengen sharing aja, biar kita-kita semua lebih berhati-hati in every single step yang akan kita lakukan (ga mau donk personal file kita dibumbuin catatan bahwa kita pernah tersenggol kasus fraud).

Tapi kalo mau jujur sih..sebenarnya disadari or tidak, dalam keseharian kita, kayaknya kita tidak akan pernah benar-benar bersih.contoh kecil aja.ngerasa ga si, kita pernah pernah (SELALU) menggunakan fasilitas kantor untuk keuntungan kita sendiri, pake telpon untuk keperluan pribadi, termasuk buka internet untuk liat2 friendster..he.he.atau.korupsi waktu dengan manjang-manjangin waktu istirahat dll..

Hmm..gimana donk..tapi udahlah..sekarang yang penting kan gimana kesadaran kita untuk mencoba tidak or at least mengurangi melakukan hal-hal seperti itu, kalo AA Gym bilang, segala hal yang baik itu harus dilakukan, mulai dari hal yang terkecil, mulai dari diri sendiri n MULAI DARI SAAT INI..gimana? are we ready??

Leave a Reply